Tuesday , 22 August 2017

Info Terbaru

Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS UNAIR

Unit pelayanan ini membantu mengembalikan fungsi tubuh akibat penyakit atau cedera pada sistem saraf, otot, tulang, dan kardiorespirasi beserta gangguan psiko-sosio-vokasional yang menyertanya. Beberapa peralatan canggihnya : Unweighing System, Balance System, Vital Stim, Radial Shock wave therapy, dll.

Radial Shock Wave Theraphy
Radial Shock Wave Therapy (RSWT) adalah pemberian gelombang kejut bertekanan tinggi yang ditransmisikan melalui jaringan pada daerah yang sakit.

Gelombang kejut yang dihasilkan alat ini merupakan suatu stresor mekanik berupa kejutan bertekanan tinggi, dekompresi, dan regangan. Respon tubuh terhadap stresor tersebut adalah peningkatan aktifitas metabolik disekitar tempat yang nyeri.

Alat ini menstimulus reabsorbsi deposit kalsium pada tendon, merubah lingkungan kimia secara lokal, merangsang proses penyembuhan dan mengurangi nyeri.

Energi gelombang kejut dikonduksikan dari shockwave generator ke daerah tubuh yang sakit. Projectile yang mengenai shock transmitter yang berada di dalam applicator diakselerasi oleh tekanan udara dan menghasilkan energi kinetik, yang kemudian diubah menjadi energi akustik dalam bentuk gelombang kejut bertekanan tinggi. Energi akustik ini ditransmisikan ke jaringan sakit melalui protective cap dan gel. Kedalaman penetrasi antara 1-3 cm.

Alat ini difungsikan untuk terapi nyeri bahu, nyeri siku, iliotibial band syndrome, nyeri lutut, nyeri telapak kaki, achilles tendonitis, myofascial trigger point syndrome, bursitis.

Alat ini tidak dianjurkan untuk pasien yang mengalami radang akut, gangguan koagulasi, gangguan sirkulasi, kanker, wanita hamil, dan polineuropati diabetes.

Keuntungan menggunakan alat ini adalah pengobatan yang relatif cepat dan efektif; meminimalkan pemberian obat oral, penggunaan kortison dan injeksi berulang; serta meminimalkan tindakan bedah/operasi.

Jika anda mempunyai keluhan nyeri pada bagian-bagian tubuh yang tidak kunjung usai, silakan berkonsultasi dengan spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi kami di Klinik KFR di Lt 3 RSUA.

Terapi Traksi
Traksi adalah alat bantu mekanik yang diaplikasikan pada tulang belakang di area leher dan punggung bawah dengan memanfaatkan gravitasi bumi dan posisi tertentu untuk mengurangi tekanan pada struktur tulang belakang atau akar saraf pada tulang belakang.

Terapi traksi bertujuan untuk melonggarkan otot-otot yang kaku, tendon, ligamen dari tulang belakang; mengurangi tekanan pada akar saraf atau jepitan saraf; mengurangi tekanan pada bantalan tulang belakang yang teriritasi dan mengistirahatkan sendi. Terapi ini efektif dalam mengurangi tekanan pada pada struktur tulang belakang dan meningkatkan luas pergerakan sendi tulang belakang dengan meningkatkan elastisitas jaringan lunak sekitarnya dan memperbaiki aliran darah pada jaringan tersebut sehingga gejala dan nyeri akibat jepitan akar saraf yang dirasakan akan berkurang.

Terapi traksi tidak dianjurkan untuk pasien yang mengalami osteoporosis/keropos tulang, kanker ganas, patah tulang, infeksi tulang belakang, kelainan bentuk tulang belakang sejak lahir, pasien dengan nyeri yang hebat, hipertensi, penyakit cardiovaskular, kehamilan, penyakit paru restriksi, gangguan pernafasan.

Sebelum terapi dimulai, sebisa mungkin pasien dalam keadaan relax sehingga terapi dapat dilakukan dengan tepat. Pasien diposisikan berbaring terlentang, kemudian terapis mengatur area yang akan diterapi sesuai hasil yang ingin dicapai. Pasien dikenakan ikat pinggang/belt khusus, strap (tali pengikat) atau harness. Kemudian ikat pinggang dikaitkan pada mesin traksi melalui tali yang diberikan gaya dengan berat tertentu, sedangkan harness dilekatkan pada kepala dan leher yang dihubungkan oleh tali dan diberikan berat tertentu untuk traksi cervical. Jika selama terapi timbul nyeri, gerakan leher dan punggung terbatas, sakit kepala maka traksi harus dihentikan.

Waktu terapi berkisar antara 8 – 20 menit tergantung area yang diterapi dan efek yang ingin dicapai. Efek terapi baru dirasakan oleh sebagian besar pasien setelah menjalani 6x terapi. Traksi memberikan efek yang bersifat sementara, namun terapi ini cukup efektif dalam mengurangi spasme otot, iritasi akar saraf dan nyeri dalam jangka pendek. Efek jangka panjang bisa dicapai jika ditambahkan latihan penguatan baik pada leher atau punggung.

Jika anda mengalami gejala dari penjepitan saraf leher maupun tulang belakang seperti rasa nyeri pada pertengahan belakang leher, nyeri pada salah satu sisi dari belakang leher atau nyeri pada kedua belakang bahu dan atau punggung bawah maka konsultasikan pada dokter spesialis kami. Gejala penjepitan saraf ini juga bisa dirasakan dalam bentuk nyeri atau rasa tebal dan kesemutan pada lengan dan tangan atau pada tungkai.

Vitalstim
VitalStim adalah sebuah terapi non-invasif untuk penanganan penderita kesulitan menelan yang dalam istilah medis disebut disfagia. Terapi vitalstim menggunakan stimulasi listrik yang dirancang khusus untuk memperkuat otot-otot yang berperan dalam proses menelan. VitalStim merupakan alat terapi stimulasi elektrik untuk terapi kesulitan menelan yang telah disertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Impuls listrik dirancang khusus untuk dihantarkan melalui elektroda yang ditempelkan pada kulit. Impuls listrik merangsang saraf motorik di tenggorok sehingga terjadi kontraksi otot-otot yang berperan dalam proses menelan. Dengan terapi berulang, otot-otot yang berperan dalam proses menelan mengalami re-edukasi sehingga kualitas fungsi menelan pun meningkat.

Penderita dengan kesulitan menelan umumnya mengalami tanda-tanda berikut: terbatuk-batuk setelah menelan; batuk tidak normal; penurunan kualitas suara; menelan berulangkali atau manuver khusus untuk membersihkan tenggorok; kesulitan menghabiskan makanan; merasakan makanan tertahan di tenggorok; memerlukan makanan yang dimodifikasi seperti dilembutkan, dikentalkan, dicairkan, dll; makanan atau cairan keluar dari bibir atau ngiler.

Terapi ini umumnya diberikan kepada penderita yang mengalami kesulitan menelan akibat berbagai sebab, seperti lansia, penderita stroke, penderita parkinson, penderita Multiple Sclerosis, tumor otak, dan cedera kepala. Namun, terapi vitalstim tidak dianjurkan untuk penderita demensia (pikun) berat dan tidak dapat berhenti berbicara, penderita refluks berat akibat penggunaan selang makanan, kesulitan menelan akibat keracunan obat, penderita kanker ganas, penderita Guillain-Barre Syndrome, serta penderita kerusakan saraf yang berat.

Keunggulan alat ini antara lain aman dan bebas nyeri, lebih efektif dibandingkan terapi tradisional, terapi yang menjanjikan hasil yang baik pada penderita kesulitan menelan yang kronis, efisiensi biaya pengobatan dan lama perawatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu pernapasan jangka panjang yang relatif mahal.
Efek samping yang mungkin dirasakan adalah iritasi kulit pada area penempelan elektroda. Terapi ini dapat dilakukan dengan frekuensi 3 – 5 kali/minggu. Durasi sekali terapi umumnya 60 menit. Perbaikan fungsi menelan pada umumnya dicapai dalam 6 – 20 sesi terapi. Timbul rasa kesemutan saat impuls listrik merangsang otot untuk berkontraksi adalah hal yang wajar.

Terapi VitalStim hanya dapat diberikan dengan peresepan oleh dokter spesialis Fisik dan Rehabilitasi, dan di bawah pengawasan tenaga professional. Proses pemberian terapi VitalStim meliputi :

  1. Pemeriksaan yang teliti, cermat dan menyeluruh meliputi riwayat penyakit maupun pemeriksaan fisik
  2. Kulit terutama pada bagian leher terlebih dulu dibersihkan dan dikeringkan, bila perlu dicukur bersih
  3. Elektroda VitalStim ditempelkan pada kulit
  4. Penempatan elektroda sesuai lokasi terjadinya aspirasi dan otot yang mengalami kelemahan. Penempatan elektroda ini juga ditentukan oleh ukuran leher penderita, lokasi operasi yang dilakukan pada area leher, dan adanya trakeostomi.
  5. Sembari menerima terapi VitalStim, terapis akan melatih penderita melakukan latihan menelan aktif berupa: “menelan kuat, menelan cepat” dan “menelan dengan sekali kontraksi”. Penderita melakukan gerakan menelan saat kontraksi timbul.

Kompres hangat dan masase dapat ditambahkan untuk lebih mengoptimalkan efek terapi

scroll to top